Hefriansyah saat dilantik menjadi Wakil Walikota Pematangsiantar (Siantarnews)
MataSakti.com, Siantar – Dalam sepekan terakhir, Pemko Siantar tidak dipimpin walikota. Pasalnya, Walikota Hefriansyah sedang berada di luar negeri, persisnya di Tiongkok.
Hefriansyah, disebut berangkat ke Negeri Tirai Bambu itu dalam rangka cek kesehatan. Informasi ini disampaikan Kabag Humas Pemko Siantar, Gilbert Ambarita kepada Siantar24Jam, melalui sambungan ponsel, Kamis (5/4/2018) sore.
“Benar, beliau sedang di luar negeri, untuk cek kesehatan,” kata Gilbert singkat. Ditanya soal izin Hefriansyah berangkat ke luar negeri, Gilbert mengatakan Walikota Siantar itu mendapat lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri.
Hanya saja, Gilbert mengaku lupa sejak dan sampai kapan, izin yang tertulis di dalam surat itu. Karena kebetulan, menurut Gilbert, dia sudah pulang ke rumah dan surat izin itu ada di kantornya.
Namun, soal siapa teman Hefriansyah berangkat ke Tiongkok, Gilbert mengaku tidak tahu. Karena di dalam izin tersebut hanya disebut walikota. “Saya kurang tahu siapa teman beliau ke sana,” terangnya.
Sementara itu, anggota DPRD Siantar, Kennedy Parapat, ketika dimintai pendapatnya terkait kepergian Hefriansyah mengaku terkejut mendengar kabar itu. “Saya dengar dan baru tahu tadi, walikota katanya ke China. Hebat juga ya!” katanya beretorika.
Namun dia mengingatkan, seorang kepala daerah jika bepergian ke luar negeri harus mengantongi izin dari Kementerian Dalam Negeri, sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 29 tahun 2016, tentang pedoman Perjalanan Dinas Kepala Daerah ke Luar Negeri.
“Walikota harus mendapatkan izin dari Kemendagri untuk bisa ke luar negeri, baik urusan tugas bahkan cuti atau jalan-jalan. Tidak bisa asal-asal berangkat begitu saja dan harus mengacu Permendagri Nomor 29 tahun 2016,” terangnya.
Hanya saja, menurut Kennedy, DPRD sejauh ini tak mengetahui persis dalam rangka apa Walikota Hefriansyah ke luar negeri. Jika karena tugas, harus ada pendelegasian tugas-tugas kepada wakil walikota selama walikota di luar negeri.
“Kita juga tak tahu dalam rangka apa walikota ke China. Kalau urusan membangun kemitraan dengan investor dan industri dengan China lalu akan dibawa ke Siantar, aneh juga. Karena belum ada dibicarakan soal pembangunan industri di Siantar. Masih sebatas pada rencana tata ruang dan wilayah,” katanya.
Dia mengingatkan, walikota tidak bisa sesuka hatinya berangkat ke luar negeri, karena bisa berdampak pada jabatannya kalau tak memenuhi aturan. Dia mengambil contoh Sri Wahyumi Manalip, Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara dinonaktifkan sebagai bupati karena melancong ke Amerika Serikat tanpa memberitahu atau meminta izin ke Mendagri.
“Itu contohnya, bupati atau walikota bisa dinonaktifkan kalau tak ada izin Mendagri saat ke luar negeri,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Togar Sitorus yang coba dikonfirmasi apakah dirinya mendapat pendelegasian tugas-tugas selama walikota di China, tidak bersedia mengangkat ponselnya, meski terdengar aktif. (M24J/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY