BEIJING – China mengklaim masa puncak wabah virus korona telah berakhir. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis (12/3/2020) atau sehari setelah Organisasi Kesehatan Dunia menyebut Covid-19 sebagai pandemi.

Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional China Mi Feng mengatakan, kasus virus korona di negaranya terus menurun.

Jumlah kasus terbaru yang dikonfirmasi di Wuhan, Provinsi Hubei, sebagai pusat epidemi, turun menjadi satu digit dengan hanya delapan kasus yang dilaporkan pada Rabu. Sementara kasus di luar Provinsi Hubei hanya tujuh. Itu pun enam kasus merupakan impor dari luar negeri.

Secara bertahan denyut aktivitas dan perekonomian mulai terlihat. Pekan ini banyak provinsi dan wilayah menurunkan status tanggap darurat, sehingga perusahaan dan institusi pendidikan telah beroperasi.

Sejalan dengan itu, 87 persen otoritas penjaga gerbang masuk dan keluar negara kembali beroperasi sejak Kamis.

“Pendekatan berani yang dilakukan China untuk mencegah penyebaran cepat dari patogen pernapasan baru ini mampu mengubah arah epidemi yang meningkat dengan cepat dan mematikan,” demikian pernyataan misi bersama China-WHO untuk Covid-19, dikutip dari Xinhua, Jumat (13/3/2020).

Pejabat WHO dalam banyak kesempatan juga memuji langkah China serta mendorong negara lain untuk belajar dari pengalaman negara tersebut.

Perkembangan positif yang terjadi di China bertolak belakang dengan negara lain. WHO pada Rabu mengategorikan virus korona sebagai pandemi dengan penyebaran merata di seluruh bagian dunia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa jumlah kasus virus korona diperkirakan naik lebih tinggi dalam beberapa hari dan beberapa pekan ke depan.

Seorang dokter spesialis pernapasan kenamaan China Zhong Nanshan yakin kasus virus korona di negara lain bisa dikendalikan sampai Juni, jika mereka melakukan seperti yang dipraktikkan China.

Menurut dia, pengalaman dan pelajaran Cina selama 2 bulan terakhir dapat membantu dunia mengurangi penyebaran dan angka kematian.(inewsid/AW)

LEAVE A REPLY