Paviliun Indonesia di Hong Expo Budapest dikenal Utazas Travel Exhibition 2018 Hongaria, Kamis (1/3/2018), pukul 10.00 waktu setempat. Foto/Lia Anggia Nasution

MataSakti.com || Gubernur Sumatera Utara (Sumut) T Erry Nuradi, membuka pameran Tour Operator Utazas di paviliun Indonesia di Hong Expo Budapest dikenal Utazas Travel Exhibition 2018 Hongaria (Hungaria), Kamis (1/3/2018), pukul 10.00 waktu setempat.

Pameran ini merupakan even tahunan yang diselenggarakan di Budapest dan difasilitasi KBRI di Hongaria. Pameran ini diikuti ratusan tour operator dari Eropa, Asia dan Amerika.

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Dubes Indonesia di Hongaria Yusdalina Lubis, perwakilan Kementerian Luar Negeri Jakarta Taufik. Sementara Gubernur Sumut didampingi Kepala Biro Otda Basarin Yunus Tanjung dan Ketua TP PKK Evi Diana Sitorus.

Pada pembukaan, Tengku Erry Nuradi menyampaikan bahwa destinasi pariwisata Indonesia cukup banyak selain Bali. Masih ada Danau Toba yang memiliki sejuta pesona, Bukit Lawang, Pulau Nias. Selain itu juga destinasi  ada di Sumatera Barat dan Makassar dan daerah lainnya.

Untuk mengunjungi destinasi pariwisata Sumatera Utara sangat mudah. Karena Sumatera Utara punya 8 bandara yang melayani penerbangan diantaranya dua bandara bertaraf internasional yaitu Kualanamu Internasional Airport di Deliserdang dan Silangit di Tapanuli Utara.

“Dua airport ini bisa di akses dari Singapura dan Kuala Lumpur dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam penerbangan,’’ ucap Erry.

Peserta pameran dari Indonesia diikuti 6 perusahaan tour operator yaitu, Adventure Indonesia, Nusa Dua Tour and Travel, Dewi Wisata (Makassar), Suarti Boutique Village, Bali Online Travel  dan satu lagi dari Provinsi Sumatera Utara yaitu Ravelino Tour and Travel pimpinan Yulhendri.

Paviliun Indonesia pada pameran kali ini mengusung tema Enchating Sumatra artinya bahwa Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang mempesona di Sumatera.

Antusiasme para pengunjung di paviliun Indonesia saat pembukaan terlihat sangat ramai. Karena dalam acara pembukaan ditampilkan Tortor Dance yang merupakan tarian dari Sumut. Demikian halnya dengan leaflet bahan promosi yang memuat destinasi pariwisata Indonesia dan Sumut sangat digemari oleh pengunjung.
Pameran ini dinilai sangat tepat karena saat ini Hongaria musim dingin atau musim salju, sehingga warga Hongaria banyak berlibur keluar negeri.

Pada kesempatan itu, T Erry memberikan souvenir khas Sumatera Utara kepada para staf KBRI, pengunjung dan media lokal. Gubernur juga diwawancarai oleh media lokal dan momen ini digunakan untuk menjelaskan pesona pariwisata Indonesia pada umumnya serta Sumut khususnya.

“Saat ini Sumut sedang membangun pariwisata bertaraf internasional dan hal ini salah satu upaya yang dilakukan. Kita ambil kesempatan ini sebagai ajang promosi daerah,” sebut Erry.

Usai membuka pameran wisata Indonesia di Budapest, Hongaria, T Erry Nuradi melakukan pertemuan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dengan Pemerintah Bekes County di The County Hall of Pest County Council di Budapest, Hongaria, Kamis (1/3/2018).

Pertemuan itu dalam rangka pembahasan tindak lanjut kerja sama Pemprov Sumut dengan Pemerintah Bekes County, Hongaria yang telah ditandatangani pada tanggal 6 Desember 2017 lalu di Medan, Sumatera Utara.

Turut hadir perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Budapest, Yusdalina Lubis, Terfy Andras dan pejabat Indonesia dari Trade Promotion Center (ITPC) Addy Perdana Soemantry. Sedangkan dari Bekes County di hadiri langsung oleh Presiden Bekes County Mr Mihalay Zalai, didampingi Mr Tolnai Peter, Bodi Janos, Ms Erika dan pejabat lainnya.

Erry menyebutkan, pertemuan ini telah disepakati kedua belah pihak akan membentuk working group untuk menindaklanjuti bidang kerja sama dimaksud. Selanjutnya working group merumuskan rencana kerja yang akan ditindaklanjuti dalam target tahun 2018 maupun target 2019-2022 sebagai batas waktu kerja sama yang disepakati.

Penyusunan anggota working group ditargetkan telah terbentuk dan akan ditetapkan dengan keputusan bersama pada bulan April atau Mei 2018. Working group akan diisi dari pejabat pemerintahan yang membidangi tugas tertentu sesuai bidang kerja sama dan juga dapat direkrut dari swasta atau profesional.

Diskusi rencana kerja mengerucut kepada hal-hal yang dapat ditindaklanjuti dalam waktu tidak terlalu lama. Seperti pertukaran pelajar dan mahasiswa. Kemudian pertukaran pelatihan/magang pegawai, pertukaran lokasi shooting film.

Dari pihak ITPC mengusulkan pameran produk unggulan Sumatera Utara (Sumut) seperti kopi. Karena sebagian besar masyarakat Hongaria adalah penggemar kopi.(SINDO/TR)

LEAVE A REPLY