Zulfan terkapar usai dihajar massa. (Putra/metro24jam.com)

MataSakti.com, Medan – “Hajaar…! Matikan ajaa…!” Teriak massa yang mengamuk ketika Zulfan Afandi (43), tertangkap menyorong kreta Honda Supra, BK 6900 ADC, milik M Alfian (17) warga Jalan Stella 4 Kecamatan Medan Selayang, Kamis (8/3/2018) jam 20.30 Wib.

Peristiwa itu terjadi di Desa Tanjung Anom, tepatnya di depan lapangan bola. Meski Zulfan tergeletak bersimbah darah, amuk massa belum juga mereda, hingga beberapa warga menghubungi personel Polsek Pancurbatu.

Petugas piket yang menerima informasi langsung menuju lokasi dan mengamankan pelaku dari amuk massa. Dalam keadaan sekarat, Zulfan diboyong ke rumah sakit Bhayangkara, Medan. Namun tiba di sana, pria itu akhirnya meregang nyawa.

Informasi dihimpun, kejadian itu berawal saat Alfian memarkirkan kretanya di depan rumah temannya, Sandres, di Jalan Besar Tanjung Selamat. Ketika asyik ngalor-ngidul, tiba-tiba Alfian melihat Zulfan sedang mengutak-atik keretanya. Spontan Alfian berteriak, “Maliiing…!” Sembari mengejar ke arah Zulfan.

Mendengar teriakan itu, Zulfan pun mencoba kabur. Nahas, belum jauh berlari, pria yang diketahui beralamat di Jalan Seroja, Kecamatan Medan Tuntungan itu akhirnya disergap warga sekitar Lapangan Bola Desa Tanjung Anom.

“Udah mau di bawanya kereta kawan kami, tapi ketahuan, makanya kami kejar,” ucap Josua yang mengaku rekan korban. Tanpa aba-aba mau perintah, massa yang sudah membludak dan geram dengan aksi pencurian, langsung menghajar Zulfan tanpa ampun.

Permohonan ampun pria yang sudah kesakitan itu, tak terdengar di tengah teriakan amuk massa. Meski sudah tak berdaya dan berlumuran darah, warga yang sudah seperti kesurupan terus menghajar Zulfan, sampai akhirnya salah seorang menghubungi petugas Polsek Pancurbatu.

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Nelson ketika dikonfirmasi, Jumat (9/3/2018) jam 00.30 Wib, mengatakan bahwa mereka telah mengamankan pelaku. “Sudah kita arahkan ke Polsek Sunggal, karena Locus Delicti di wilayah Sunggal,” sebut Iptu Nelson.

Sayang, meski sempat mendapat perawatan, Zulfan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS Bhayangkara, akibat luka parah yang diderita. Dari lokasi, petugas pun mengamankan kereta Honda Supra BK 6900 ADC sebagai barang bukti. (M24J/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY