Jenazah Novita di RS Bina Kasih. (ist)

MataSakti.com,Medan – Kecelakaan lalulintas di kawasan Jalan Binjai kembali merenggut korban jiwa. Korban kali ini adalah seorang ibu rumah tangga bernama Novita Sari (30).

warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Komplek Perumahan PS LK III, Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Timur, Binjai. Ibu rumah tangga itu tewas di rumah sakit Bina Kasih dengan kondisi patah tulang kaki dan pinggang usai terlindas dump truck.

Senin (16/4/2018). Peristiwa maut itu terjadi di di KM 12,5 Jalan Medan-Binjai, tak jauh dari Swalayan Mandiri. Jenazah Novita di RS Bina Kasih. (ist/metro24jam.com) Saat itu Novita Sari yang sedang mengendarai kreta Honda Beat, BK 4786 GAR, sedang dalam perjalanan arah Binjai menuju Medan beriringan dengan dump truck, BK 9755 TW, yang dikemudikan Edi Suroso (49) di belakang Novita.

Tepat di lokasi kejadian, Novita mendadak terjatuh di badan jalan–diduga mengelakkan lubang jalan yang ada di sana. Saat itu, Novita sebenarnya tidak mengalami cedera terlalu parah.

Namun, sebelum sempat berdiri, “Brakkkk…!” Kreta dan tubuh Novita remuk tergilas roda truk, karena Edi Suroso tak sempat mengerem kendaraan yang dikemudikannya. Tubuh Novita dan kretanya terlindas depan kanan truk yang hendak berbelok ke Jalan Orde Baru. Darah segar pun mengucur dari tubuh Novita di badan jalan.

“Naas kali bang, sama-sama dari arah Binjai tadi. Tiba-tiba yang naik kereta jatuh di tengah jalan. Pas pulak ada truk dibelakangnya,” ucap Rudi, warga sekitar lokasi. Warga yang melihat kejadian itu pun langsung berhamburan keluar rumah.

Melihat tubuh Novita banyak mengeluarkan darah, warga pun membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan. Sementara itu pengemudi truk, yang diketahui tinggal di Desa Sei Dendang, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat, itu pun langsung diamankan warga ke kantor salah satu organisasi kepemudaan.

“Sopirnya di situ bang, diamankan biar nggak dipukuli,” lanjut Rudi sembari menunjuk ke arah kantor salah satu OKP. Petugas yang mendapat informasi kemudian turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan kedua kendaraan beserta sopir truk.

“Sopir truk dan dua kendaraan sudah kita amankan. Saat ini sopir masih kita periksa,” ujar Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Syahri Ramadhan. Dikatakan perwira berpangkat dua balok emas itu, korban dinyatakan tewas setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bina Kasih.

“Korban mengalami patah tulang pada bagian kaki dan pinggang dan meninggal dunia di Rumah Sakit Bina Kasih Medan,” tutupnya.(M24J/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY