JR Saragih - Ance Selian saat mendaftar ke KPU beberapa waktu lalu. (file/metro24jam.com)

MataSakti.com, Medan – Pemalsuan dokumen pencalonan yang diduga dilakukan pasangan bakal calon JR Saragih-Ance Selian, dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut pada 2 Maret 2018 lalu.

Hal itu diakui Komisioner Bawaslu Sumut, Hardi Munte kepada Siantar24Jam, Kamis (9/3) malam, melalui pesan WhatsApp.

“Ada LP masyarakat ke Bawaslu berupa dugaan pemalsuan dokumen dalam pencalonan,” katanya. Laporan itu kemudian diteruskan ke Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu). Setelah menerima laporan, Gakkumdu kata Hardi melakukan pencarian dan pengumpulan alat bukti sesuai kewenangan penyelidikan.

“Penyidik Gakkumdu kan berwenang mencari dan mengumpulkan alat bukti sesuai kewenangan lidiknya,” kata Hardi. Pencarian alat bukti dimaksud dilakukan di Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, Rabu (6/3) lalu.

Ditanya mengapa laporan langsung diteruskan ke Gakkumdu dan tidak terlebih dahulu diproses di Bawaslu untuk meminta klarifikasi kepada pelapor dan terlapor, Hardi menegaskan Gakkumdu bekerja mendalami laporan tersebut.

“Pokoknya ada laporan masuk (ke Bawaslu). Dilimpahkan ke Gakkumdu dan atas limpahan itu digelar Gakkumdu. Gakkumdu masih bekerja untuk mendalami dan menyelidiki,” kata Hardi seraya menyebut dia belum tahu apakah nanti kasus ini menjadi pidana pemilihan atau pidana umum.

Benget Silitonga, Komisioner KPU Sumut kepada kru koran ini, Kamis (8/3) malam, mengakui ada penyidik dari Gakkumdu mendatangi Kantor KPU Sumut, Rabu (6/3/2018).

“Mereka meminta data dokumen pencalonan saat JR Saragih-Ance mendaftar, seperti fotocopy ijazah yang legalisir, surat Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan sejumlah dokumen lain,” kata Benget.

Saat itu, terang Benget, penyidik Gakkumdu mengaku melakukan pencarian alat bukti setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya dugaan pemalsuan dokumen pencalonan JR Saragih-Ance.

Terpisah, Johalim Purba, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, mengaku tak mendengar ada warga masyarakat yang melaporkan dugaan pemalsuan dokumen pencalonan JR Saragih-Ance ke Bawaslu. “Saya tidak mendengar. Tapi ya silakan. Itu kan hak mereka,” katanya.

Diperoleh informasi, nama pelapor adalah Nurmahadi. Sejauh ini, pelapor belum berhasil dilacak identitas lengkapnya. Sedangkan JR Saragih sesuai informasi yang diperoleh dari sumber tersebut juga sudah diminta hadir ke Gakkumdu, Rabu (6/3), namun yang bersangkutan tidak hadir karena sedang di luar kota. (M24J/TR)

LEAVE A REPLY