Ilustrasi Petani memanen padi disawah (JIBI/Solopos/Antara/Fikri Yusuf)

MataSakti.com,Langkat – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merencanakan panen padi sawah untuk tahun 2018 seluas 91.085 hektare dari rencana tanam yang sudah diprogramkan ditambah sisa tanam sebelumnya.

Hal itu disampaikann Kepala Dinas Pertanian Langkat Nasiruddin, di Stabat, Sabtu. Nasiruddin menjelaskan dari rencana panen yang sudah dipersiapkan itu sekarang ini petani di daerah itu sudah panen seluas 28.232 hektare hingga akhir Maret 2018 atau 31 persen secara keseluruhannya.

“Bila cuaca terus mendukung di Langkat ini rencana panen yang sudah ada itu diperkirakan akan memenuhi target yang diharapkan, namun bila tidak mendukung maka diperkirakan akan sedikit bergeser luasannya,” katanya.

Sementara itu untuk panen padi gogo (ladang) yang juga didorong instansinya untuk menanam padi di lahan tadah hujan dari rencana panen seluas 672 hektare sekarang ini petani sudah panen seluas 329 hektare atau 48,96 persen.

“Selain tanaman padi sawah yang beririgasi teknis di sini juga petani menanam padi ladang atau tadah hujan sehingga keduanya terus dikembangkan dalam rangka mendukung ketahanan pangan terutama untuk beras,” ujarnya.

Guna memberhasilkan rencana panen itu instansinya kini terus memacu petani untuk melakukan pola tanam sesuai dengan petunjuk teknis yang sudah ditentukan, termasuk membagikan benih padi unggul, pupuk, pestisida, alat mesin pertanian.

“Petani kita terus didorong agar bisa menghasilkan apa yang sudah kita rencanakan itu, sehingga swasembada beras, untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah ini terus menjadi perhatian kita secara serius,” ungkapnya.

Nasiruddin juga mengungkapkan tidak hanya tanaman padi yang menjadi sasaran dan perhatian dari instansinya beberapa komiditas lainnya juga menjadi harapan untuk terus ditingkatkan luasan pertanamannya seperti jagung, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar.

Untuk tanaman jagung sekarang ini juga sudah panen seluas 5.924 hektare, kedelai 405 hektare, kacang tanah 22 hektare, kacang hijau 11 hektare, ubi kayu 18 hektare dan ubi jalar 28 hektare.(Antara/TR)

LEAVE A REPLY