Kampung Piala Dunia 2018 di Batang. Foto: Robby Bernardi/detikcom

MataSakti.com,Batang – Demam piala dunia mulai dirasakan warga Batang. Bahkan, karena demam piala dunia ini, bisa merubah kampung yang semula kelihatan kumuh menjadi kampung yang indah dan penuh dengan warna-warni bendera berbagai negara di dunia.

Di Kampung Petodanan Utara, Kabupaten Batang ini kini menjadi kampung yang menarik untuk dikunjungi. Di kampung ini pula anak-anak bisa memahami bendera-bendera negara di penjuru dunia.

“Sebelumnya kampung ini memang kelihatan kumuh. Namun dengan momen piala dunia, warga sepakat untuk menghias kampung dengan hasil seperti ini, indah dilihat,” kata tokoh pemuda setempat, Jurumi Bangkak (33) saat ditemui detikcom, Selasa (8/5/2018).

“Ya, momen piala dunia mempersatukan kampung sini untuk bahu-membahu menghias. Kami iuran sukarela untuk membeli cat. Rumah-rumah warga juga di cat warna warni dan bendera negara lain,” katanya.
Saat detikcom memasuki kampung yang berada di barat Pasar Induk Batang ini, suasana kampung terasa semarak dengan warna-warni ornamen piala dunia. Bahkan, bukan saja pagar dinding saja yang dihias. Warga juga menghias dinding rumah-rumah dengan berbagai ornamen dan bendera berbagai negara di dunia.
Aneka ragam gambar bendera berbagai negara ini, membuat senang anak-anak. Pasalnya, akan dengan mudah anak-anak mengenal warna bendera dari berbagai negara untuk dihafal.
“Gambar benderanya besar-besar dan ada tulisan nama negara. Sambil bermain kita belajar mengenal bendera negara lainnya,” kata Imam Wahyu (11) anak Petondanan Utara setempat.

Nuansa demam bola tidak saja diwujudkan dengan melukis ornamen piala dunia dan bendera berbagai negara saja. Bila sore tiba, anak-anak setempat juga bermain bola. Meski hanya memanfaatkan jalan gang yang kecil dan sempit, namun ana-anak ini tampak senang.

Rencananya warga setempat akan menggelar nonton bareng piala dunia yang ditayangkan langsung oleh transmedia.

“Nonton bareng ini selain untuk mempererat antar warga, juga dimaksudkan untuk menghidupkan pos kamling dan ronda malam hari, agar kampung aman,” kata H Amiril (67) tokoh masyarakat setempat pada detikcom.(Detik/TR)

LEAVE A REPLY