Mantan ‎bendahara RSUD Tanjung Balai, Novryska Saragih (43) dijatuhi hukuman 5 tahun penjara

MataSakti.com, Medan – Mantan ‎bendahara pengeluaran RSUD dr Tengku Mansyur, Tanjung Balai, Novryska Saragih (43) dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Nivryska dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi senilai Rp 1,4 miliar.

Novryska juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar. Jika tidak membayar, harta bendanya akan disita dan dilelang. Seandainya hasil lelang tidak mencukupi, maka terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 1 tahun.

Majelis Hakim yang diketuai Mian Munthe mengatakan, Novryska dinyatakan telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Novryska Saragih telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” katanya di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/2).

Novryska menyatakan menerima putusan majelis hakim. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Toni Pangaribuan masih pikir-pikir. Sebab, hukuman yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa.

Sebelumnya JPU meminta agar majelis hakim menjatuhi Novryska dengan hukuman 6 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan, dan uang pengganti Rp 1,3 miliar.

Dalam perkara ini, Novryska terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana belanja langsung dan belanja tidak langsung yang bersumber dari APBD Kota Tanjung Balai tahun anggaran (TA) 2015.

Akibat perbuatannya negara dirugikan Rp 1,4 miliar. Namun, Novryska telah mengembalikan Rp 67,6 juta dalam beberapa kali pembayaran.

Untuk diketahui bahwa Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) wilayah Sumut menemukan adanya dugaan korupsi yang terjadi di RSUD dr Tengku Mansyur, Tanjung Balai. BPK melihat dugaan korupsi terjadi pada kegiatan penatausahaan BKU Bendahara Pengeluaran.

Dalam kasus itu, Novryska diduga telah membuat Surat Pertangungjawaban (SPJ) fiktif dengan memalsukan tanda tangan Direktur Utama RSUD dr Tengku Mansyur.(ANL/TR)

LEAVE A REPLY