Sejak awal dua pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Asahan, Brigjen TNI (Purn) DR. Hj.Nurhajizah,SH, MH Ir. Amir Syarifuddin,MM nomor urut satu dan Drs H Taufan Gama Simatupang,MAP – H Surya, BSc nomor urut dua  mendeklarasikan diri akan mengikuti segala aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkada serentak 2015.

Komitmen dalam bentuk deklarasi sudah diikrarkan oleh kedua pasangan usai mencabut nomor undian urutan pasangan yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Asahan di Hotel Marina Kisaran dan ikut disaksikan  masyarakat Asahan, tokoh agama maupun unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Kabupaten Asahan.

Dalam deklarasi ikrar Pemilukada Damai itu, kedua pasangan akan mengikuti rangkaian Pemilu secara jujur, adil, damai, demokratis dan bermartabat serta saling hormat menghormati dan menghargai hak dan kewajiban masing-masing peserta Pemilu.

Begitu juga saat pelaksanaan kampanye akan dilakukan secara santun, tertib dan mencegah tindakan anarkisme serta mengendalikan massa pendukung untuk tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Terbukti hingga saat ini tahapan Pilkada Kabupaten Asahan 2015 berjalan aman, lancar dan damai tanpa ketersinggungan pihak lain dalam menjalankan setiap agenda politik dalam berkampanye dan kondisi ini yang diharapkan oleh masyarakat.

Dalam beberapa hari ke depan masing-masing pasangan akan memaparkan visi-misinya kepada masyarakatAsahan dan berjanji akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat, mengadakan pembangunan infrastruktur, perubahan kearah yang lebih baik, perbaikan mutu pendidikan, perbaikan moral, peningkatan pelayanankesehatan, perluasan lapangan kerja, penataan birokrasi, sekolah gratis untuk rakyat dan sebagainya. Ide-idecemerlang seperti ini apabila dipadukan untuk membangun Kabupaten Asahan maka kesejahteraan dan kemakmuran rakyat pasti tercapai. Akan tetapi kendala yang dihadapi dalam setiap pertarungan Pilkada, calon dan simpatisan tidak siap untuk menerima kekalahan dan hanya siap menerima apabila menang dalam pertarungan itu.

Hal ini menunjukkan bahwa para politisi, para calon yang kalah maupun massa simpatisan masih kurang dewasa dalam berpolitik dan apabila hal itu memang benar-benar terjadi, maka harus banyak belajar dan belajar lagi.

Karena buat apa rusak persaudaraan hanya gara-gara beda pilihan dalam Pilkada, buat apa saling bermusuhan hanya karena calon yang didukung tidak menang dalam kompetisi pemilihan. Semestinya memilih, memang harus memilih menggunakan hak masing-masing akan tetapi jangan melupakan kewajiban untuk menghargai hak-hak orang lain agar berjalan harmonis, damai dan tenteram.

Ketika Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kabupaten Asahan sudah komit dan memberikan contoh dan tauladan yang terbaik buat masyarakat Asahan untuk mengikuti segala aturan, sudah sepantasnya pula partai pengusung, simpatisan dan seluruh komponen masyarakat siap meneladani pemimpinnya.

Karakter dan ciri khas masyarakat Asahan yang gigih dan keras masih melekat hingga saat ini, namun masih mengerti etika dan menjunjung tinggi sopan santun serta budaya adat ketimuran. Memang banyak masyarakat yang membutuhkan uang tetapi tidak menghalalkan semua pemberian apa lagi uang sogok biar dipilih, karena sekali menerima uang dari tim sukses maka hak kita sudah dibeli pula dan sengsara menanti selama lima tahun ke depan. Dan tentunya Pemimpin Tauladan akan dipilih oleh rakyatnya dan yang bermental korupsi akan ditinggalkan pula oleh rakyatnya (dac|dwk)

LEAVE A REPLY