Ketiga tersangka. (ist/metro24jam.com)

MataSakti.com, Medan– Satreskrim Polrestabes Medan menangkap 3 pelaku curanmor kawasan Kecamatan Medan Area dan Medan Maimun, Senin (9/4/2018) kemarin.

Ketiga pelaku adalah, Arnold Hasan Basri (25), warga Jalan Hermal II Gang Satria, Kecamatan Medan Denai, Satria Herlambang Sumanjuntak (24), warga Jalan Bakaran Batu Gang Famili, Lubuk Pakam dan Indra Surya Permana (23), warga Jalan Utama, Gang Quba, Kecamatan Medan Area.

Mereka ditangkap atas laporan Adjir Zulfadli (19) warga jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun dengan LP/220/K/III/2018/ SPKT/ Medan Area dan Irfansyah Pospos (19) warga Jalan Halat, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area dengan LP/223/K/III/2018/ Medan Area.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira SH, SIK, MH, Kamis (12/4/2018) sore mengatakan, pelaku yang ditangkap pertama kali oleh petugas bernama, Satria. Saat ditangkap, Satria sedang bermain warnet di Jalan Bromo, Medan sekira jam 05.00 wib.

Satria pun mengakui perbuatannya melakukan curanmor (pencurian kreta) dengan kedua temannya. Petugas pun langsung melakukan pengembangan dengan menangkap Arnold dan Indra. “Ketiga pelaku ditangkap dari tempat berbeda, berawal dari hasil pengembangan satu tersangka yang kita tangkap di daerah Bromo.

Dari catatan kita, ketiganya sudah ada laporan polisi dengan kasus serupa,” jelas Putu Yudha, saat mengekspose tangkapannya. Ketika hendak ditangkap, sambung Kasat, keduanya mencoba melalukan perlawanan dan melarikan diri. Polisi pun memutuskan mengambil tindakan terarah dan terukur dengan melumpuhkannya.

Saat para tersangka tak berdaya, petugas langsung meringkusnya dan memboyong ketuda pelaku ke RS Bhayangkara Medan, guna mendapatkan perawatan. “Saat dilakukan penangkapan, keduanya mencoba melakukan perlawanan dan diberikan tembakan yang terukur, di bahagian kaki kedua pelaku,” ucap Putu.

Kasat Reskrim juga mengakui dapat meringkus para pelaku dari hasil olah TKP yang merekam aksinya saat melakukan pencurian kreta. “Jadi aksi pencurian kreta yang dilakukan ke tiganya jiga sempat viral di media sosial, sehingga kita kumpulkan bukti dan mendapatkan petunjuk dari pelaku,” ungkapnya.

Atas perbuatannya itu, ketiga pelaku dikenakan pasal 363 ayat (1) 3e dan 4e KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Sementara itu, dihadapan polisi dan wartawan, pelaku mengakui mencuri kreta sudah berulang kali.

Dimana, dua orang bertugas sebagai eksekutor atau orang yang melakukan pencurian dengan alat kunci T dan mendekati mangsa, sementara seorang lagi mengintai dari kejauhan.

“Baru 3 kali saya mencuri pak. Uang hasil curian kami buat foya-foya dengan membeli pakaian dan handphone,” aku, Arnol yang diamini rekannya, Indra sambil tertunduk malu dan menahan rasa sakit di salahs atu kakinya yang tertembak peluru polisi.

Dari para pelaku, polisi juga turut menyita beberapa pakaian dan juga handphone yang dibeli pelaku menggunakan uang hasil kejahatannya.(M24J/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY