RSUD Padangsidimpuan. (Antaranews Sumut/Khairul Arief)

MataSakti.com,Padangsisimpuan – Dugaan konspirasi praktek manipulatif atas pekerjaan pembangunan RSUD Kota Padang Sidimpuan terus mendapat sorotan. Pemangku kepentingan dan pihak rekanan dipandang perlu menurunkan tim penyidk ke lokasi proyek untuk melakukan pemeriksaan.

Tim tersebut diharapkan bukan penyidik lokal untuk menghindari adanya dugaan hubungan emosional yang sudah terjalin sebelumnya. “Sebaiknya Kejatisu maupun Poldasu proaktif melakukan pemeriksaan dan bila perlu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) atas berkas-berkas proyek dimaksud dengan membandingkannya terhadap fisik pekerjaan,” sebut Ketua LSM ALARM (Aliansi Rakyat Merdeka), Morniff Hutasuhut kepada metro24jam.com, Kamis (26/7/2018).

Lebih lanjut dikatakan Morniff, yang perlu diperiksa adalah kebenaran data berkas progres berita kemajuan kerja, yang menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut telah 100% dilaksanakan. Selain itu, juga perlu diperiksa apakah uangnya benar telah dicairkan 100% dan/atau 95% di luar 5% dana pemeliharaan. Karena PPK Sahwan telah mengatakan kalau pekerjaan proyek yang nilainya mencapai Rp22 miliar tersebut telah selesai, sementara pantauan di lapangan aktifitas pekerjaan masih berlangsung.

“Jika terjadi kecurangan data, semisal pencairan dana telah dibayarkan 100% sementara pekerjaan fisik belum mencapai 100%, maka itu sudah dikategorikan kepada perbuatan pidana yakni melakukan manipulasi data,” jelas Morniff. “Untuk menghindari perbuatan ini, sikap tanggap darurat perlu dilakukan oleh Poldasu ataupun Kejatisu dengan secepatnya ‘mengamankan’ berkas yang ada,” tandasnya.

Fakta lain yang menguatkan adanya indikasi penyelewengan pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan RSUD ini adalah, informasi yang tertutup rapat dari orang nomor satu dan dua di RSUD itu sendiri. Semisal, Drg H Nurlaila Hayati Lubis MM, selaku Plt Direkrur RSUD Padangsidimpuan. Ketika coba dikonfirmasi metro24jam.com, terkait apakah proyek tersebut telah selesai, dia malah mengaku tidak tahu.

“Saya baru sebulan di sini, jadi saya tidak tahu soal itu,” katanya. Padahal sebelumnya, pertemuan wartawan dengan dirinya adalah saat melakukan peninjauan ruangan proyek tersebut dengan beberapa anggotanya. Nurlaila mengelak saat ditanyakan apakah PPK selaku bawahannya tidak pernah melaporkan kemajuan kerja kepadanya dan juga apakah sudah pernah ditanyakan, Nurlaila mengatakan tidak pernah.

Jawaban senada dilontarkan Wakil Direktur Parlagutan. Orang nomor dua di rumah sakit plat merah itu mengatakan dia tidak pernah tahu maupun diberitahu soal proyek. “Tanyakan saja Si Sahwan atau eks direktur lama, jelasnya. Sebelumnya diberitakan, proyek pembangunan RSUD Kota Padangsidimpuan telah melampaui batas waktu yang ditentukan dalam kontrak kerja. Meski begitu, proyek senilai Rp22 miliar itu dinyatakan sudah selesai oleh berbagai pemangku kepentingan, seperti PPK dan pihak kejaksaan selaku pengawal pengerjaan.(M24J/TR)

LEAVE A REPLY