Sebanyak 59 orang tewas saat sekelompok pria bersenjata menyerang sebuah sekolah pelatihan polisi di Quetta, ibukota provinsi Baluchistan, Pakistan, kemarin. Sementara itu, 118 orang lainnya terluka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diberi pengobatan.

Dilansir dari laman Quartz, Selasa (25/10), ratusan kadet sempat disandera selama beberapa jam ketika serangan berlangsung.

Serangan dilakukan pukul 22.00 waktu setempat, saat lima atau enam penyerang masuk dan langsung melumpuhkan penjaga keamanan di menara pengawas kompleks polisi.

“Tiga teroris mengenakan jaket bunuh diri masuk ke gerbang utama setelah membunuh penjaga,” kata Menteri Dalam Negeri Pakistan, Sarfraz Bugti.

Dia menambahkan, salah satu pelaku bom bunuh diri adalah bocah 12 tahun. Para kadet tewas setelah salah seorang teroris meledakkan rompinya.

Serangan ini, menurut militer Pakistan, berkaitan dengan Lashkar-e-Jhangvi al-Alami, kelompok ekstremis Sunni yang juga telah terlibat dalam serangan mematikan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, perwakilan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengutuk serangan itu dan mengatakan Amerika akan terus bekerja sama dengan Pakistan untuk memerangi ancaman terorisme di seluruh wilayah (mdk|dwk)

LEAVE A REPLY