Serangan senjata kimia ke warga sipil di Douma oleh rezim Bashar Al Assad mengundang kecaman dunia (Foto: AFP)

MataSakti.com – Serangan rudal ke pangkalan militer Suriah di Provinsi Homs pada Senin (9/4/2018) dini hari menewaskan setidaknya 14 orang. Di antara korban tewas adalah pasukan Iran.

“Setidaknya 14 orang tewas dalam serangan di pangkalan udara T-4 (Tayfur), di antara korban adalah pasukan Iran,” demikian pernyataan Lembaga Pemantau HAM di Suriah, sebagaimana dikutip dari AFP.

Sebelumnya, kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan adanya korban jiwa dalam serangan tersebut, namun tak menyebutkan jumlah pasti.

Kepala Lembaga Pemantau HAM Suriah, Rami Abdel Rahman, mengatakan, Suriah dan sekutunya, yakni Rusia, Iran, dan pasukan Hezbollah dari Lebanon, berperasi di pangkalan itu.

Namun lembaga HAM yang berbasis di Inggris tersebut tak mendapat laporan siapa pihak yang menembakkan rudal ke Tayfur.

Israel diketahui melancarkan serangan beberapa kali ke pangkalan-pangkalan Suriah pada Februari lalu. Namun untuk serangan ini, Israel belum memberikan komentar.

Serangan ini terjadi beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam keras serangan di Douma, Ghouta Timur, yang menggunakan senjata kimia. Setidaknya 70 orang tewas dalam serangan itu, kebanyakan merupakan warga sipil.

AS menuding rezim Bashar Al Assad yang didukung oleh Rusia dan Iran berada di balik serangan tersebut.

Kementerian Pertahanan AS membantah melakukan serangan ke pangkalan Suriah. “Untuk saat ini, Kementerian Pertahanan tak melakukan serangan udara di Suriah,” kata juru bicara Pentagon.

Namun, AS akan memantau terus perkembangan situasi dan mendukung langkah-langkah diplomatik untuk
menangkap pihak yang menggunakan senjata kimia di Suriah pada akhir pekan lalu untuk bertanggung jawab.

Trump menyampaikan kegeramannya atas serangan senjata kimia terhadap warga sipil. Dalam cuitannya, Trump mengatakan, “Banyak yang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam serangan (senjata) kimia tak beralasan di Suriah.”

Bahkan, dengan kalimat tegas, Trump menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin dan Iran ikut mendukung Bashar Al Assad melakukan serangan ini.

“Presiden Putin, Rusia, dan Iran bertanggung jawab mendukung Binatang Assad. Harga mahal untuk dibayar,” kata Trump.

Rusia menjawab tudingan Trump, membantah ada peran Rusia dalam serangan senjata kimia itu. “Intervensi militer di bawah dalih yang dibuat-buat di Suriah, di mana kehadiran tentara Rusia atas permintaan pemerintah Suriah yang sah, benar-benar tidak dapat diterima dan bisa menimbulkan konsekuensi mengerikan,” demikian pernyataan Rusia.(Inesw/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY