Sofyan Nasution memperlihatkan bukti-bukti pelanggaran. (Fani Ardana/metro24jam.com)
MataSakti.com, Lubukpakam – Sengketa Pilkada Deliserdang sepertinya masih menemukan akhir terang. Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dari jalur independen, Sofyan Nasution-Hj Jamilah yang tidak puas dengan keputusan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) oleh KPU Deliserdang, masih terus melanjutkan gugatan mereka.
Sebelumnya, Sofyan-Jamilah telah menggugat KPU Deliserdang melalui DKPP dan PTUN. Kali ini, pasangan itu kembali melaporkan lembaga penyelenggara pemilu tersebut atas temuan yang diduga merugikan mereka.
Sofyan Nasution saat ditemui metro24jam.com, Minggu (11/3/2018) membenarkan hal itu. Dikatakannya, pihaknya akan terus melakukan gugatan, hingga mendapat keputusan yang benar-benar adil. Kali ini dia dan tim kuasa hukumnya kembali menggugat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deliserdang ke Panita Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Deliserdang.
“Sekitar 171 daerah yang mengikuti Pilkada serentak, tentunya ada ribuan Paslon yang bersaing. Namun, hanya pasangan Sofyan-Jamilah yang di TMS sebanyak tiga kali. Karena itu kami semakin semangat untuk memenangkan Pilkada Deliserdang,” tegas Sofyan Nasution usai melaporkan dugaan pelanggaran KPU Deliserdang ke Panwaslih Deliserdang.
Menurutnya, mereka kembali melaporkan KPU Deliserdang ke Panwaslih untuk melawan keputusan yang telah men-TMS-kan pihaknya pada saat verifikasi faktual ulang. Dijelaskannya, pada saat melakukan verifikasi faktual kemarin, banyak terjadi kejanggalan di antaranya Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tidak tepat waktu.
“Posko sudah dibuka pukul 10:00 Wib, tapi PPK tidak datang dengan alasan tak diundang langsung. Mengundang itu bukan tugas Paslon tapi kerja profesional KPU, karena narahubung kami berhubungan dengan KPU maka KPU seharusnya menginstruksikan ke jajaran di bawahnya,” beber Sofyan.
“Jadi hal-hal inilah yang kita buktikan pada sidang berikutnya dalam gugatan kami kepada KPU Deliserdang sebagai termohon bahwa ada unsur pelanggaran. Intimidasi orang yang tidak dikenal ada juga yang kita jumpai,” jelasnya.
Ketua Partai Perindo Kabupaten Deliserdang itu juga menegaskan bahwa gugatan gugatan sudah dilaporkan ke tiga lembaga peradilan yakni DKPP, PTUN maupun Panwaslih. “Sudah kita laporkan melalui ketiga institusi itu. Nah, kita tinggal menunggu panggilan. Kami akan terus berjuang demi demokrasi di Deliserdang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panwaslih Deliserdang, Asman Siagian, membenarkan bahwa Bapaslon Sofyan-Jamilah telah melaporkan gugatan ke Panwaslih Deliserdang pada Jumat (9/3/2018) dalam bentuk sengketa pilkada.
Sedangkan pada hari ini, Minggu (11/3/2018), mereka juga melaporkan dugaan pelanggaran etik PPK Kecamatan.
“Ya benar, Jumat kemarin mereka melapor ke kami, sudah kami terima laporannya. Mereka keberatan terhadap keluarnya berita acara KPU menyangkut verifikasi faktual. Bila ada pelanggaran pidana Pilkada, kita akan serahkan ke Gakkumdu. Intinya, kita akan memprosesnya semua,” kata Asman.
Disebutkannya, sidang akan digelar hari Senin (12/3/2018) pada jam 10.00 Wib dengan agenda pembacaan permohonan. “Hari ini juga mereka melaporkan terkait adanya dugaan pelanggaran etik PKK,” tutup Asman. (M24J/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY