Akhirnya motif pembunuhan Efriana Boru Sihombing (28) oleh suaminya, Zulfan Harahap (35), di Desa Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan (Tapsel), terungkap.

Ternyata Zulfan nekat menggorok dan 6 kali menikam dada dan perut istrinya hingga tewas, gara-gara emosi istrinya tak mau diajak ‘malam Jumatan’ (hubungan suami istri). Pengakuan itu disampaikannya kepada anggota Polres Tapsel di RSUD Padang Sidimpuan, Jumat (7/10/2016).

Hingga saat ini penjaga Kantor Pos Pargarutan itu masih dirawat intensif setelah gagal bunuh diri. Sebelumnya, ia nekat menenggak racun dan menyayat pergelangan tangannya usai membunuh istri yang dinikahinya sejak 4 tahun lalu.

“Sudah kuajak, tapi dia menolak, saya jadi emosi,” ujarnya.

Karena berkali-kali diajak melayaninya di tempat tidur tak bersedia, korban lalu diminta Zulfan untuk membuatkan kopi. Tapi permintaan itu pun ditolak korban, akhirnya emosi Zulfan pun meledak. Ia pergi ke dapur dan mengambil pisau. Istrinya ditikam dengan membabi-buta sebanyak 6 kali, lalu menggorok lehernya.

Saat ditanya wartawan, Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana mengatakan, kasus tersebut masih didalami pihaknya. Pelaku belum bisa dimintai keterangan lebih jauh karena masih dalam perawatan.

“Kasusnya masih lidik,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Tapanuli Selatan (Tapsel), geger. Pasalnya warga setempat, Zulfan Harahap (35), membunuh istrinya, Efrida Sihombing (28), hingga tewas mengenaskan (dac|dwk)

LEAVE A REPLY