Ilustrasi : Kekerasan

MataSakti.com, Simalungun- Praktik kekerasan dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini menimpa belasan siswa siswi Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Para siswa di sekolah tersebut mengalami luka memar di kaki akibat dipukul gurunya hanya karena tidak hafal Undang-Undang Dasar 1945.

Pagi tadi, sejumlah orang tua siswa mendatangi SD Negeri 091250 Marihat Ulu, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (4/4/2018). Mereka datang untuk bertemu dengan kepala sekolah SD tersebut. Para orang tua ini mengaku tidak terima atas perlakuan oknum guru kelas IV berinisial JS, yang melakukan telah melakukan pemukulan terhadap anak-anak mereka.

Awalnya, salah seorang orang tua siswa melihat betis kaki putrinya yang terdapat bekas luka memar akibat pukulan benda tumpul. Setelah ditanyai, korban mengaku baru saja dipukul oleh gurunya hanya karena tidak bisa menghafal undang – undang dasar.

Pelaku memberikan hukuman terhadap 14 siswa yang tidak bisa menghapal undang-undang dengan menggunakan besi kemoceng. Akibatnya, sejumlah siswa korban pemukulan mengalami trauma dan takut bertemu sang guru tersebut. “Disuruh maju satu-satu untuk hafal undang-undang, kalau tidak hafal dipukul pakai kemoceng besi. Ya takut Om sama gurunya,” kata Zahra, salah seorang korban pemukulan oleh guru.

Sementara, para orang tua mengaku tak terima dengan perlakuan oknum guru tersebut kepada anak-anak mereka. “Kami ya nggak terima anak kami dipukul sampai memar kayak gitu. Orang tua mana yang mau anaknya dibegitukan,” kata Susi, salah seorang orang tua siswa.

Menurut Susi, kejadian ini bukan yang pertama kalinya terjadi. Para orang tua pun sudah sering mengadu, namun tidak ada respon berarti dari pihak sekolah. “Dulu waktu kelas tiga pun anak kami pernah dipukul. Kami sudah pernah mengadu tapi cuman dapat respon biasa dari sekolah.

Pihak guru bersangkutan dan sekolah pun telah meminta maaf kepada orang tua siswa. Namun, para orang tua siswa masih berharap kepala sekolah memberi tindakan tegas terhadap oknum guru yang sering melakukan pemukulan terhadap siswanya di sekolah. Bahkan para orang tua korban mengancam akan menempuh jalur hukum jika perbuatan tidak pantas itu kembali dilakukan.(Inews/TR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY